Penyakit
Sistiserkosis okular
Ditinjau secara klinis · Terakhir ditinjau 2026-06-13
Apa itu
Manusia menelan telur cacing melalui makanan, air, atau tangan terkontaminasi. Larva dapat berpindah ke otak, otot, atau mata. Di mata mereka dapat berada di gel vitreus atau di bawah retina, memicu peradangan yang merusak penglihatan.
Gejala pada mata
Gejala bergantung pada lokasi kista dan apakah peradangan aktif.
- Floater baru atau bayangan bergerak pada penglihatan
- Penglihatan kabur atau menurun, sering satu mata
- Mata merah nyeri bila peradangan aktif
- Jarang, kista putih terlihat pada pemeriksaan
Di mana terjadi
Sistiserkosis okular paling sering dilaporkan di Amerika Latin pedesaan — termasuk Meksiko, Peru, dan Ekuador — dan di pengaturan endemik Taenia solium lain.
Diagnosis dan pengobatan
Pemeriksaan mata spesialis dan pencitraan (termasuk USG mata) dapat menunjukkan kista. Pengobatan dapat melibatkan obat antiparasit dan kadang operasi, dikoordinasikan dengan neurologi bila otak terlibat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bisakah sistiserkosis menyebabkan kebutaan?
Ya. Sistiserkosis okular yang tidak diobati dapat merusak retina atau saraf optik secara permanen. Penilaian spesialis segera penting bila penglihatan berubah di wilayah endemik.
Apakah sistiserkosis okular menular?
Tidak menular antar orang seperti konjungtivitis. Infeksi berasal dari menelan telur cacing dalam makanan atau air terkontaminasi.
Bagaimana sistiserkosis dicegah?
Masak daging babi hingga matang, cuci tangan sebelum makan, gunakan sanitasi aman, dan ikuti saran kesehatan masyarakat lokal. Program WHO menargetkan peternakan babi dan sanitasi manusia bersama.